Nama Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu telah menjadi ikon dalam dunia pertahanan Indonesia. Dikenal sebagai sosok militer yang tegas dan memegang teguh prinsip kedaulatan, pria kelahiran 21 April 1950 ini merupakan salah satu perwira tinggi terbaik yang pernah menduduki posisi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) hingga dipercaya menjadi Menteri Pertahanan Republik Indonesia (2014–2019).
Darah patriotisme mengalir kuat dalam dirinya, mewarisi semangat dari sang ayah, Musannif Ryacudu, perwira legendaris TNI AD yang dikenal dekat dengan Presiden Soekarno.
Jejak Karier: Komando Strategis dan Ketegasan di Ibu Kota
Lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) ini mulai mencuri perhatian publik saat menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya, yang kemudian berlanjut menjadi Pangdam Jaya. Di masa-masa kritis transisi politik nasional, Ryamizard dikenal sebagai figur yang tak kompromi terhadap segala bentuk gangguan keamanan di ibu kota.
Kariernya semakin mengilap saat ia dipromosikan menjadi Panglima Kostrad. Kemampuannya dalam merangkul semua matra TNI (Darat, Laut, dan Udara) dalam apel siaga di Monas pada Juli 2001 menjadi bukti kepemimpinan yang solid, yang akhirnya mengantarkannya menjadi Kasad pada periode 2002–2005.
Dinamika Politik dan Pengabdian di Kabinet
Perjalanan Ryamizard menuju kursi Panglima TNI sempat diwarnai dinamika politik yang tinggi di era pergantian kepemimpinan dari Presiden Megawati ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Meski namanya sempat dianulir dalam bursa Panglima TNI kala itu, loyalitas Ryamizard terhadap negara tetap teguh.
Setelah memasuki masa pensiun, Ryamizard yang awalnya enggan terjun ke politik akhirnya memberikan dukungan bagi pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014. Dedikasi dan kepakarannya dalam urusan pertahanan membuat Presiden Jokowi mempercayakan posisi Menteri Pertahanan kepadanya dalam Kabinet Kerja. Selama menjabat, ia konsisten menggaungkan program “Bela Negara” untuk memperkuat rasa nasionalisme masyarakat.
Kehidupan Pribadi: Keluarga Pejuang
Ryamizard bukan hanya seorang jenderal, ia juga merupakan bagian dari lingkaran keluarga pejuang. Ia menikah dengan Nora Tristyana, yang merupakan putri dari mantan Wakil Presiden RI, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno. Kehidupan pribadinya mencerminkan nilai-nilai disiplin dan kekeluargaan yang kental dengan tradisi militer Indonesia.
Ia juga merupakan abang dari almarhum Syamsurya Ryacudu, yang pernah menjabat sebagai Gubernur Lampung, menegaskan bahwa keluarga Ryacudu adalah keluarga pengabdi bagi daerah dan negara.
“Bagi Ryamizard Ryacudu, kedaulatan negara adalah harga mati. Dari lapangan Monas hingga meja diplomasi pertahanan, langkahnya selalu selaras dengan kepentingan nasional.”
Bkn//Leni.















