Siak.
Guru, adalah bagian dari cinta saya mengenal dunia. Saya selalu menikmati masa-masa di sekolah, dengan segala laku, tingkah dan kenangannya.
Secara khusus hari ini, saya mengundang seluruh Guru dan Tendik sekolah saya dulu, SMAN 1 Siak, untuk makan siang bersama di rumah dinas Bupati.
Setelah 22 tahun, saya akhirnya jujur pada Buk Ros, Wali Kelas III IPA 1, bahwa saya aslinya tak begitu suka pelajaran Fisika dan pernah menyontek. Tadi saya minta maaf dan kata Buk Ros “Iya, Afni memang murid saya yang tidak terlalu pintar… “Tapi dia pribadi yang bertanggungjawab” terimakasih Buk Ros.
Lalu ada Buk Des, Wali Kelas I yang juga Guru Kesenian saya dulu.”Afni juga tidak terlalu pandai di bidang seni…” kata Buk Des sejujur-jujurnya.”Tapi dia selalu ditunjuk untuk mengisi Kultum tiap Jumat”. Alhamdulillah masih dikenang yang baik-baik.
Secara khusus saya juga silahturahmi ke rumah Guru-guru yang pernah mendidik saya di Siak. Mulai dari saat TK, SD dan SMA. Mengirimkan Al Fatihah untuk semua Guru yang telah mendahului.
Saya juga mengirimkan doa dan ucapan terimakasih pada seluruh Guru yang pernah mendidik saya saat di TK Bina Kasih Siak, SDN 002 Siak, MTS Pondok Pesantren Dar El Hikmah, SMAN 1 Siak, Universitas Islam Malang-Jawa Timur (S1), Universitas Riau (S2), dan Universitas Pasundan Bandung-Jawa Barat (S3).
Besok saya akan memimpin Upacara peringatan Hari Guru tingkat Kabupaten Siak. Selamat Hari Guru untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.















