Berita  

Keraton Banjar Gelar Pemotongan Hewan Kurban Idul Adha 1447 H. Lambang Adat + Agama Bersatu, Nilai Nilai Luhur Budaya Kesultanan

BANJAR, Kalsel – Semangat Idul Adha 1447 Hijriah terasa kental di bumi Banjar. Kesultanan Banjar kembali menggelar tradisi agung “Kurban Kesultanan Banjar” dengan penyembelihan hewan kurban sebagai wujud syukur, spiritualitas, dan kepedulian sosial kepada masyarakat.

Dari pantauan di lokasi, para pengurus dan kerabat Kesultanan Banjar kompak mengenakan kaos hitam bertuliskan “KESULTANAN BANJAR” dengan lambang mahkota emas. Spanduk hijau bertuliskan “Hijriyah – Kurban Spiritual” terpampang gagah, menegaskan bahwa kurban tahun ini bukan sekadar ritual, tapi juga pengingat nilai luhur peradaban Banjar.

“Alhamdulillah, tradisi kurban yang sudah berabad-abad dijaga Kesultanan Banjar terus hidup. Ini bukti Keraton hadir untuk rakyat, bukan hanya menjaga adat tapi juga berbagi berkah,” ujar salah satu kerabat Kesultanan di sela kegiatan. (29/5/2026).

Penyembelihan hewan kurban 1447 H ini menjadi simbol ketaatan kepada Allah SWT sekaligus wujud nyata ajaran Islam tentang berbagi. Daging kurban yang dihasilkan nantinya akan disalurkan kepada masyarakat Banjar, fakir miskin, anak yatim, dan warga 4 wilayah sekitar Keraton.

“Kurban itu ibadah, tapi dampaknya sosial. Dagingnya sampai ke warga yang setahun mungkin baru merasakan daging. Ini namanya Kesultanan yang mengayomi,” tambah pengurus panitia.

Kaos hitam bertuliskan “KESULTANAN BANJAR” dan lambang mahkota emas yang dikenakan panitia menjadi penanda identitas. Di tengah arus modernisasi, Kesultanan Banjar membuktikan adat istiadat + nilai Islam Banjar tetap bisa bersanding dan relevan.

Spanduk “Hijriyah – Kurban Spiritual” juga menegaskan bahwa setiap tetes darah kurban adalah pengingat perjuangan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tentang kepasrahan dan keikhlasan.

Kehadiran Kesultanan Banjar dalam kegiatan kurban disambut antusias warga. Bagi masyarakat Banjar, Keraton bukan hanya simbol sejarah, tapi rumah besar yang selalu membuka pintu berkah.

“Senang liat Kesultanan masih aktif gelar kurban. Rasanya Banjar itu hidup, adatnya jalan, agamanya kuat,” kata warga yang hadir menyaksikan.

Pesan Moral Kesultanan Banjar, di Hari Raya IDUL ADHA 1447 H, Kurban mengajarkan 3 hal penting tentang Keikhlasan seperti Nabi Ibrahim dan Kepedulian kepada sesama warga Banjar hingga Menjaga adat agar tidak punah dimakan zaman

Di usia 1447 Hijriah, Keraton Banjar membuktikan: mahkota emas di lambang bukan soal kekuasaan, tapi amanah untuk menebar manfaat.

Idul Adha tahun ini, Kesultanan Banjar kembali menorehkan sejarah. Lewat “Kurban Kesultanan Banjar 1447 H”, Keraton tidak hanya merayakan hari raya, tapi juga merawat ruh peradaban Banjar: religius, beradat, dan peduli sesama.

Selamat Idul Adha 1447 H untuk seluruh warga Banjar. Semoga kurban kita diterima Allah SWT dan menjadi berkah untuk Banjar yang lebih sejahtera.

“Bau banyu sungai Barito, jangan lupa adat Banjar. Kurban disembelih ikhlas, berkah datang silih berganti.”🐂👑🤲

Bkn//Gusti Zubaidi

#KurbanKesultananBanjar
#1447H
#IdulAdha2026
#BanjarBerkah
#KesultananBanjar
#AdatBanjar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *