Pekanbaru – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru telah mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh sekolah, khususnya jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), untuk meniadakan kegiatan study tour ke luar Provinsi Riau. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi guna menjamin keselamatan siswa di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan anomali.
Menurut Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, faktor keselamatan peserta didik harus menjadi pertimbangan utama sekolah, terutama dalam kegiatan perjalanan jarak jauh yang melibatkan rombongan besar. “Saat ini kita menghadapi kondisi cuaca yang anomali, tidak menentu, bahkan cenderung ekstrem di beberapa wilayah. Hal ini sangat berisiko jika sekolah tetap memaksakan perjalanan jauh dengan membawa banyak siswa,” ujarnya.
Markarius meminta sekolah untuk tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran di luar kelas atau outing class di dalam wilayah Kota Pekanbaru. Langkah ini dinilai lebih aman sekaligus tetap memberikan nilai edukasi bagi siswa tanpa harus menanggung risiko perjalanan. Dia juga menambahkan bahwa Kota Pekanbaru memiliki banyak lokasi edukatif yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar di luar kelas.
Kebijakan ini dikeluarkan seiring akan dimulainya masa libur semester ganjil. Berdasarkan kalender akademik, libur sekolah dijadwalkan berlangsung mulai akhir Desember hingga awal Januari, periode yang kerap dimanfaatkan sekolah untuk menggelar kegiatan study tour.
Pemkot Pekanbaru berharap seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, dapat mematuhi imbauan tersebut. Kepatuhan dinilai penting untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi siswa selama menjalani kegiatan sekolah dan masa libur semester mendatang.















