Sabak Auh – Siak
Apel Hari Kesadaran Nasional di Kecamatan Sabak Auh tahun ini hadir dengan nuansa berbeda. Untuk pertama kalinya, seluruh petugas apel adalah perempuan, menandai peringatan Hari Ibu sekaligus menegaskan peran penting perempuan dalam pemerintahan. Dari Camat hingga staf pendukung, mereka memimpin jalannya apel dengan disiplin dan profesionalisme yang menginspirasi.
Camat Sabak Auh, Sugiati, S.Pi., M.Si, bertindak sebagai pembina apel. Upacara dipimpin oleh Siti Komariah, Kasubag Perencanaan dan Umum, sementara Asih Mulyani, S.IP membacakan teks UUD 1945, dan Firnanda Dita Wulandari, SE membacakan Panca Prasetya. Fiza Ismanianti, S.IP bertugas sebagai ajudan. Kehadiran dan peran aktif seluruh perempuan ini menjadi simbol nyata kepemimpinan yang inklusif dan inspiratif.
Apel rutin yang digelar setiap tanggal 17 ini, di inisiasi oleh Camat Sabak Auh, ibu Sugiati, S.Pi., M.Si, yang acara kali ini diikuti oleh seluruh instansi pemerintah Kecamatan Sabak Auh, penghulu, pendamping desa, serta berbagai unsur penting lainnya, termasuk: Sekretaris Kecamatan, Kepala KUA beserta penyuluh, Kepala Puskesmas dan staf, perwakilan UPT Puskeswan Wilayah I, Kepala UPT Disdukcapil dan staf, Kepala UPT Balai Produksi Benih, Kepala UPTD PPBAT Produksi Perikanan Budidaya Air Tawar, Koordinator Lurah Pertanian, Koordinator Wilayah Pendidikan & Kebudayaan, Kepala SPAM IKK, serta pendamping APBN dan ADK.
Berdasarkan Surat Undangan Sekretariat Daerah Nomor: 800/BKPSDMD-BINWAS/275, seluruh ASN diwajibkan mengenakan pakaian Kopri lengkap, sedangkan penghulu, pendamping, dan tenaga honorer menyesuaikan.
Dalam sambutannya, Camat Sugiati menekankan bahwa apel bukan sekadar ritual rutin, tetapi wujud nyata komitmen pemerintah kecamatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia menyampaikan.
“Hari Kesadaran Nasional ini menjadi momentum bagi kita semua untuk menegaskan disiplin, tanggung jawab, dan sinergi antarinstansi di Kecamatan Sabak Auh. Saya bangga melihat seluruh petugas apel kali ini adalah perempuan, yang menunjukkan bahwa kepemimpinan, profesionalisme, dan dedikasi tidak mengenal gender. Mari kita jadikan semangat ini sebagai energi positif dalam bekerja, melayani, dan berinovasi demi kemajuan Kecamatan Sabak Auh.”
Beberapa peserta apel turut membagikan kesan mereka:
Asih Mulyani, S.IP, staf seksi PMK: “Merasa bangga bisa memimpin pembacaan UUD 1945. Momen ini mengingatkan saya bahwa perempuan juga bisa tampil menonjol dalam tugas-tugas penting pemerintahan.”
Firnanda Dita Wulandari, SE, staf sub bagian Keuangan: “Menjadi pembaca Panca Prasetya di hadapan seluruh ASN dan pejabat kecamatan memberi rasa tanggung jawab yang besar. Semangat ini akan saya bawa dalam setiap pekerjaan saya.”
Kehadiran perempuan sebagai penggerak dan pemimpin apel bukan hanya simbol penghargaan, tetapi juga inspirasi nyata bagi masyarakat dan generasi muda. Apel ini menegaskan bahwa kepemimpinan, disiplin, dan dedikasi mampu menggerakkan sinergi antarinstansi, serta menumbuhkan semangat inovasi dalam pelayanan publik.
Di akhir acara, seluruh peserta apel menyatakan komitmennya untuk terus bekerja dengan disiplin, profesional, dan penuh semangat, membawa Kecamatan Sabak Auh menuju layanan pemerintahan yang lebih baik, inklusif, dan inspiratif.















