Diduga Disiksa dan Dibuang, Nenek Penolak Tambang Ilegal Ditemukan Selamat.

Pasaman – Peristiwa memilukan mengguncang masyarakat Rao, Kabupaten Pasaman. Seorang nenek yang dikenal vokal menolak aktivitas tambang ilegal diduga menjadi korban penyiksaan oleh pihak tak bertanggung jawab, lalu dibuang di wilayah Pasaman Timur dalam kondisi lemah dan memprihatinkan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban sempat dikira telah meninggal dunia setelah ditemukan tergeletak tak berdaya. Beruntung, warga yang melintas segera memberikan pertolongan dan membawa korban untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa ini memicu kemarahan dan keprihatinan luas masyarakat, karena korban dikenal sebagai sosok lansia yang selama ini berani menyuarakan penolakan terhadap tambang ilegal yang dinilai merusak lingkungan dan mengancam sumber kehidupan warga sekitar.

“Ini bukan hanya kejahatan terhadap satu orang, tapi kejahatan terhadap kemanusiaan dan alam. Nenek setua itu masih disiksa hanya karena menolak perusakan lingkungan,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat Rao.

Kasus ini menambah daftar panjang konflik tambang ilegal yang tidak hanya merusak alam, tetapi juga memunculkan aksi kekerasan terhadap warga yang berani bersuara. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku dan jaringan tambang ilegal yang diduga berada di balik peristiwa tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Warga berharap kasus ini segera diungkap secara transparan dan para pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa praktik tambang ilegal tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga telah mengikis nilai kemanusiaan dan rasa keadilan di tengah masyarakat. Bkn//Rls.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *