Pekanbaru.
Pemerintah Provinsi Riau sedang meningkatkan upaya mitigasi bencana seiring memasaknya periode cuaca ekstrem dan puncak musim hujan. Langkah ini diambil setelah pemprov melakukan pemetaan rinci kawasan yang paling rentan terhadap bencana hidrometeorologi, yaitu banjir dan tanah longsor.
Berdasarkan data terbaru, minimal 206 desa/kelurahan di Riau ditetapkan sebagai kawasan rawan banjir dan longsor, yang tersebar di 116 kecamatan di 12 kabupaten/kota. Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan bahwa dari total tersebut, 170 desa di 93 kecamatan rawan banjir, sedangkan 36 desa lainnya di 23 kecamatan rawan tanah longsor.
“Angka ini tidak kecil. Data ini harus menjadi peringatan bagi kita semua untuk memastikan kesiapsiagaan maksimal dan cepat. Oleh karena itu, antisipasi harus dilakukan di semua tingkatan,” ujarnya.
Ia juga secara khusus mengingatkan beberapa daerah yang perlu waspada ekstra, yaitu Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Pelalawan, dan Kota Pekanbaru. SF Hariyanto kemudian mengimbau seluruh pemerintah daerah untuk tetap waspada dan segera melakukan langkah-langkah antisipasi konkret di lapangan. Upaya ini harus segera dilaksanakan guna menghindari risiko dan meminimalkan dampak buruk bencana hidrometeorologi di Riau.















