Berita  

Harga Tahu dan Tempe di Pekanbaru Masih Stabil, Pedagang Khawatirkan Biaya Plastik. 

Pekanbaru –  Penguatan nilai tukar Dolar Amerika Serikat yang menembus angka sekitar Rp17.000 menimbulkan kekhawatiran akan berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas pangan yang bergantung pada bahan baku impor, salah satunya adalah kacang kedelai.

Meskipun demikian, harga jual tahu dan tempe di pasaran Kota Pekanbaru hingga saat ini masih tercatat stabil. Berdasarkan pantauan di Pasar Rumbai, harga tahu masih bertahan di angka Rp5.000 per bungkus berisi 10 biji. Sementara itu, harga tempe juga tidak berubah, yakni Rp5.000 per potong dengan panjang sekitar 20 sentimeter.

Menurut salah seorang pedagang, Yanti, kekhawatiran utama bukan semata-mata disebabkan oleh kenaikan harga kedelai, melainkan melonjaknya harga bahan pembungkus atau plastik.

“Tahu sama tempe bungkusnya pakai plastik, ya takutnya nanti harga naik gara-gara itu,” ujar Yanti.

Hingga saat ini, para pedagang dan produsen belum menaikkan harga jual. Namun, terlihat adanya perubahan pada ukuran produk yang ditawarkan. Yanti mengaku bahwa ukuran tahu dan potongan tempe terlihat sedikit lebih kecil atau lebih pendek dibandingkan biasanya.

Kondisi harga yang masih stabil ini, menurut Yanti, terjadi karena produsen takut kehilangan pelanggan jika langsung menaikkan harga. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, mereka berusaha mempertahankan harga demi meringankan beban masyarakat.

“Di zaman serba susah ini rasanya susah naikin harga, kasihan masyarakat,” tambahnya.

Bkn//P’ Luhur
13/04/2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *