Berita  

Progres Tiga Jembatan Perintis di Pidie dan Pidie Jaya Capai Tahap Krusial, Perakitan Tiang Utama Sling Mulai Dikerjakan

Pidie – Pembangunan tiga unit jembatan perintis di wilayah Kodim 0102/Pidie terus menunjukkan perkembangan signifikan. Memasuki awal Juni 2026, sejumlah pekerjaan konstruksi telah mencapai tahap krusial, termasuk perakitan tiang utama sling yang menjadi komponen penting dalam struktur jembatan. Hingga Selasa (2/6/2026), progres pembangunan di ketiga lokasi terus mengalami peningkatan dan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., mengatakan bahwa pembangunan tiga jembatan perintis tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat di daerah pedesaan.

Menurutnya, ketiga jembatan yang saat ini sedang dibangun meliputi Jembatan Perintis di Desa Blang Dalam, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya yang menghubungkan Desa Blang Dalam dengan Desa Pantang Cot Baloi, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya. Kemudian Jembatan Perintis di Desa Pante Beureueh, Kecamatan Mutiara Barat, Kabupaten Pidie yang menghubungkan Desa Pante Beureueh dengan Desa Ulee Tutue, Kecamatan Mutiara Timur. Serta Jembatan Perintis di Desa Leubue, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie yang menjadi akses penting bagi masyarakat setempat.

“Pembangunan ketiga jembatan ini terus dipacu. Saat ini progresnya sudah menunjukkan hasil yang cukup signifikan dan diharapkan dapat selesai sesuai jadwal sehingga segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Dandim.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan perintis tersebut merupakan bantuan dari Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor infrastruktur dasar.

Selain membuka akses transportasi yang lebih aman dan layak, keberadaan jembatan ini juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa, memperlancar distribusi hasil pertanian, mempermudah akses pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat konektivitas antarwilayah.

“Pembangunan infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan fasilitas yang dapat menunjang aktivitas sosial dan ekonomi warga,” tambahnya.

Sementara itu, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pembangunan Jembatan Wilayah Kodim 0102/Pidie, Kapten Czi Abdul Haris, menjelaskan bahwa progres pekerjaan di ketiga titik terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

Untuk Jembatan Perintis Desa Blang Dalam, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, progres pekerjaan telah mencapai 52,10 persen. Pekerjaan yang sedang berlangsung meliputi perakitan tiang baja bagian depan serta pemasangan tapak tiang baja sebagai penopang utama konstruksi.

Di lokasi kedua, yakni Jembatan Perintis Desa Pante Beureueh, Kecamatan Mutiara Barat, Kabupaten Pidie, progres pembangunan telah mencapai 49,30 persen. Saat ini tim teknis tengah melaksanakan perakitan cakar ayam pondasi serta tiang penarik sling dari titik A menuju titik B.

Sedangkan pembangunan Jembatan Perintis Desa Leubue, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, telah mencapai progres 41,40 persen. Fokus pekerjaan saat ini berada pada tahap perakitan besi tiang yang nantinya akan menjadi bagian utama struktur jembatan.

Kapten Abdul Haris menambahkan, seluruh pekerjaan dilakukan oleh teknisi khusus yang memiliki pengalaman dalam pembangunan jembatan, dengan dukungan personel Kodim 0102/Pidie serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

“Kami berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Sinergi antara tenaga teknis, personel TNI, dan masyarakat menjadi kunci untuk mempercepat penyelesaian pembangunan sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh warga,” katanya.

Keberadaan tiga jembatan perintis tersebut diyakini akan menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi, terutama saat musim hujan atau ketika debit sungai meningkat. Dengan terhubungnya sejumlah desa melalui infrastruktur yang lebih representatif, diharapkan aktivitas ekonomi, sosial, dan pelayanan publik dapat berlangsung lebih efektif dan efisien di masa mendatang.

Bkn//Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *