Berita  

PLT Kepala SD di Siak Kecil Disorot Usai Muncul Dugaan Kasus Asmara, Dinas Pendidikan Belum Berkomentar

BENGKALIS – Seorang Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Sekolah Dasar Negeri 03 Tanjung Belit, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, menjadi sorotan setelah muncul dugaan kasus asmara yang menyeret namanya. Informasi tersebut kini menjadi perhatian masyarakat setempat dan memunculkan berbagai pertanyaan terkait tindak lanjut dari instansi berwenang.

Dugaan tersebut mencuat setelah awak media melakukan konfirmasi kepada Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Siak Kecil, Soim. Saat dihubungi melalui WhatsApp, Soim mengarahkan agar pembahasan dilakukan secara langsung di wilayah Siak Kecil.

Beberapa hari kemudian, pertemuan berlangsung di salah satu rumah makan di Lubuk Muda. Dalam kesempatan itu, Soim mengaku mengetahui informasi yang beredar mengenai dugaan hubungan pribadi yang melibatkan JR, yang saat ini menjabat sebagai PLT Kepala SD Negeri 03 Tanjung Belit.

Menurut Soim, dirinya bahkan telah berupaya menghubungi istri JR untuk meminta klarifikasi terkait informasi yang berkembang. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil karena yang bersangkutan mengaku enggan hadir.

“Saya sudah menghubungi istrinya untuk datang ke kantor Korwil Siak Kecil. Tapi istrinya malu dan takut. Katanya, ‘Saya takut sama suami saya, Pak’,” ujar Soim saat dikonfirmasi awak media.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya pelanggaran kode etik maupun sanksi yang dapat dikenakan apabila dugaan tersebut terbukti, Soim menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan.

“Saya tidak ada wewenang untuk itu. Ada batas-batas kewenangan. Apalagi sebentar lagi saya pensiun. Itu kewenangan Kepala Dinas atau Kepala Bidang terkait, ”jelasnya.

Sementara itu, awak media juga telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Hadi Prasetio, guna memperoleh penjelasan resmi terkait informasi yang beredar. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan yang diberikan. Pesan konfirmasi yang dikirim melalui WhatsApp diketahui telah terbaca, tetapi belum mendapatkan balasan.

Belum adanya pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis membuat berbagai pertanyaan publik terkait dugaan tersebut maupun status pengangkatan JR sebagai kepala sekolah definitif masih belum terjawab.

Hingga saat ini, informasi yang beredar masih sebatas dugaan dan belum ada keputusan maupun kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Untuk menjaga prinsip keberimbangan pemberitaan, media ini tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam berita. Bkn//Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *