Berita  

Yulianysah Effendi sebagai Kadis yang “bernyali”. Berani diawasi karena yakin bekerja sesuai aturan.

BANJARMASIN – Tidak semua pejabat berani turun ke lapangan, saat nama instansinya disorot. Tapi Yulianysah Effendi, S.P., M.Eng., Kepala Dinas Ketahanan Pangan, pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, memilih jalan berbeda. Di tengah pemberitaan di salah satu media online, foto proyek kolam Taman Satwa Jahri Saleh yang dituding “Rp3 Miliar”, beliau justru datang berdiri di lokasi proyek dan menjelaskan semuanya dengan data.

Langkah berani ini menjadi bukti nyata gaya kepemimpinan Yulianysah Kepala DKP3 Banjarmasin sosok Sang Pemimpin Yang Tidak Lari Dari Sorotan. Transparan, dekat dengan rakyat, dan anti sembunyi di balik meja.

Senin, 8 Juni 2026, Jalan Jahri Saleh, Kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin Utara. Di tengah terik dan suara mesin proyek, Yulianysah menyapa awak media tanpa protokoler bertele-tele.

“Saya tidak mau masyarakat Banua salah paham karena foto di berita tersebut. Saya datang ke sini untuk meluruskan. Ini tanggung jawab saya sebagai pelayan publik. Uang rakyat harus saya jelaskan ke rakyat,” tegasnya.

Kalimat sederhana itu langsung mematahkan narasi “pejabat tertutup”. Beliau hadir, menjawab, dan membuka data. Itulah definisi pemimpin yang berani bertanggung jawab.

Dengan gaya komunikatif, Yulianysah “mendidik” publik agar tidak terjebak judul sensasional. Beliau membongkar miskonsepsi paling fatal.

“Bapak Ibu, ini bukan kolam renang untuk manusia. Foto yang ada dalam berita tersebut, itu bukan kolam yang anggarannya Rp3 miliar. Ini kolam edukasi dan habitat satwa air. Rp3 miliar yang Bapak Ibu tanyakan itu kami investasikan untuk membangun ‘sekolah alam’ bagi anak cucu Banua. Ada sistem filtrasi air modern agar satwa sehat, ada kandang standar konservasi, ada ruang belajar untuk 1000 pelajar tiap bulan. Kami tidak membangun beton, kami membangun generasi yang cinta alam,” jelasnya dengan mata berbinar.

Penjelasan ini mengubah persepsi: dari “proyek mahal” menjadi “investasi cerdas”

Selain itu, Yang paling “wow” dari sosok Yulianysah adalah keberaniannya membuka pintu pengawasan selebar-lebarnya. Beliau tidak defensif, tapi ofensif dalam kebaikan.

Silakan sidak ke sini. Cek RAB-nya, cek materialnya, cek progresnya. Kalau ada yang tidak sesuai, laporkan ke saya langsung. Saya lebih takut dibohongi kontraktor daripada dikritik masyarakat. Karena kritik itu vitamin bagi kami untuk bekerja lebih baik,” ujarnya, disambut tepuk tangan para pekerja.

Sikap ini menempatkan Yulianysah sebagai Kadis yang “bernyali”. Berani diawasi karena yakin bekerja sesuai aturan.

Di akhir, Yulianysah menyampaikan visi yang menginspirasi Banjarmasin ke depan bukan hanya kota sungai. Tapi kota yang anak-anaknya paham dan cinta sungainya.

Taman Satwa Jahri Saleh ini mimpi kami. Rp3 miliar hari ini, akan melahirkan 1 juta anak Banua yang peduli lingkungan 20 tahun ke depan. Itu keuntungan yang tidak bisa diukur dengan rupiah. Saya Yulianysah, siap dikritik, tapi juga siap bekerja mati-matian untuk Banjarmasin Maju Sejahtera,”pungkasnya.

Klarifikasi Yulianysah Effendi bukan sekadar bantahan. Ini adalah “kuliah umum” tentang transparansi dan visi pembangunan. Di era informasi cepat, beliau membuktikan bahwa pejabat yang hebat bukan yang menghindari sorotan, tapi yang berani menjelaskan dengan data dan hati.

Salam hormat untuk pemimpin yang mau turun, mau menjelaskan, dan bersama rakyat mau membangun Kota Banjarmasin Maju Sejahtera.

Penulis: Gusti Zubaidi
Editor: Redaktur Pelaksana. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *