Siak – Kecintaan pada Kesultanan Siak Sri Indrapura semakin meningkat di kalangan masyarakat. Alhamdulillah, simposium besar bertema “Siak Sebagai Pusat Kebudayaan Melayu” telah berhasil terlaksana. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pihak penting, antara lain tokoh adat, tokoh masyarakat, tetua masyarakat, alim ulama, cerdik pandai, serta raja dan sultan kemelayuan yang masih ada di Sumatera, beserta para pemuka kemelayuan lainnya. Tujuan utama simposium adalah mengenang sejarah dan memperbincangkan langkah sistematis ke depan untuk menjaga marwah kebesaran Kesultanan Siak Sri Indrapura.
Dalam acara tersebut, hadir Bapak Syamsuar, Bapak Wan Abu Bakar (Ketua PKSR yang menginisiasi kegiatan), Ketua LAM Riau, Ketua LAM Siak, perwakilan organisasi masyarakat, guru, mahasiswa, dan pelajar.
Acara mendapatkan kontribusi berharga dari narasumber luar biasa berikut:
1. Prof. Dr. Anhar Gonggong (Guru Besar Universitas Indonesia/Sejarawan)
2. Prof. OK. Saidin, S.H, M.Hum (Guru Besar USU/Ketum PP MABMI)
3. Prof. Dr. Syarif Hidayat (Guru Besar Universitas Nasional)
4. Prof. Dr. Abdul Malik (Guru Besar Universitas Maritim Raja Ali Haji)
5. Prof. Dr. Setiadi (Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM)
6. Prof. Dr. Mukhlis Paeni (Ketua Dewan Pakar Memori Kolektif Bangsa ANRI)
7. Dr. Hadri Mulya (Dosen Universitas Mercu Buana)
Setelah penyelenggaraan simposium ini, akan dilakukan langkah berikutnya dengan membentuk tim khusus yang bertugas mempersiapkan Siak sebagai Pusat Kebudayaan Melayu.
Terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam mensukseskan kegiatan ini.
“Tak Kan Melayu Hilang di Bumi”
Sumber Humas Kab Siak
11/02/2026
Bkn//P’ Luhur.















