Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi kesejahteraan, kini justru disorot keras. Mahfud MD mempertanyakan satu hal mendasar: di mana mekanisme pengawasannya?
“Tak pernah jelas mekanisme pemeriksaannya!”
Mahfud menilai publik hingga hari ini tidak pernah mendapat penjelasan transparan soal bagaimana anggaran raksasa program ini diawasi. MBG menyasar jutaan penerima dan menghabiskan dana besar. Namun, ketika bicara kontrol dan audit, yang terdengar justru sunyi.
“Bagaimana kalau ada potensi korupsinya? Kita tidak pernah mendengar mekanisme pemeriksaannya bagaimana.”
Ia juga menyoroti dugaan ketidakwajaran antara anggaran yang digelontorkan dengan kualitas makanan yang diterima masyarakat.
“Apakah persoalan antara uang yang keluar dan yang sampai ke rakyat itu sudah diperiksa?”
Bagi Mahfud, persoalan ini bukan sekadar teknis administratif. Ini soal akuntabilitas. Jika benar ada penyimpangan, siapa yang bertanggung jawab? Siapa yang menindak? Mekanismenya apa?
“Kita tidak pernah tahu kalau ada kesalahan begitu bagaimana mekanisme penindakannya, siapa yang melakukan apa.”
Di tengah klaim keberhasilan program, masyarakat mulai menghitung sendiri. Harga bahan pangan diketahui publik. Logika sederhana pun bekerja: benarkah nilai yang dianggarkan sebanding dengan yang diterima rakyat?
Jika transparansi tak segera dibuka, kecurigaan akan terus tumbuh. Program sebesar MBG tidak cukup hanya dengan slogan sosial — ia wajib disertai pengawasan yang terang, tegas, dan bisa diuji publik.
Karena ketika anggaran besar bertemu mekanisme yang kabur, yang lahir bukan kesejahteraan — melainkan celah.
Dan begitu banyak celah..
Bkn//Arif Rizky.













