Berita  

Cahaya Hidayah Menerangi Surau An-Nabawi: Bayan Jemaah Tabligh Dipimpin Ustadz Ridwan dan Ustadz Abdul Razak sebagai Amir Rombongan

Bukittinggi Sumbar

Suasana penuh keteduhan menyelimuti Markas Surau An-Nabawi, Ngarai Bukittinggi, pada Minggu (23/11/2025), ketika Jemaah Tabligh melaksanakan Bayan Hidayah sebagai bagian dari usaha menghidupkan iman dan amal agama. Kegiatan yang sarat keberkahan tersebut dipimpin oleh Ustadz Riduan, dengan Ustadz Razak sebagai Amir rombongan.

Sejak awal, bayan dibuka dengan mengingatkan jamaah akan pentingnya menjaga niat dan adab ketika keluar di jalan Allah. Ustadz Riduan menekankan bahwa ketaatan kepada Amir merupakan salah satu pintu tertib dalam jamaah, sebab dari ketaatan itulah lahir persatuan hati dan keberkahan usaha.

“Setiap langkah kita di jalan Allah harus dibangun di atas ketundukan kepada perintah-Nya dan mengikuti arahan Amir. Dengan tertib itu, Allah mudahkan perjalanan dakwah dan turunkan rahmat-Nya,” ungkapnya dengan suara lembut namun penuh ketegasan.

Dalam bayan tersebut juga disampaikan bahwa jemaah hendaknya memahami apa yang harus dijaga dan apa yang harus dijauhi selama berada dalam kegiatan dakwah. Hal-hal positif perlu diperbanyak, sedangkan sikap negatif yang dapat mengurangi nilai amal harus ditinggalkan.

Sebagai Amir rombongan, Ustadz Razak mengajak seluruh jemaah untuk menghidupkan enam sifat Nabi Muhammad SAW, yang menjadi fondasi dalam usaha dakwah Jemaah Tabligh:

1. Yakin yang sempurna kepada Allah,

2. Salat yang khusyuk dan tertib,

3. Ilmu dan zikir,

4. Ikramul Muslimin,

5. Ikhlas dalam setiap amal,

6. Dakwah dengan penuh kasih sayang.

 

“Enam sifat Nabi ini adalah cahaya bagi hidup kita. Bila sifat-sifat ini masuk ke dalam hati, maka seluruh amal kita akan menjadi sebab turunnya hidayah dari Allah,” tutur beliau.

Kegiatan Bayan Hidayah tersebut turut dihadiri beberapa jemaah, seperti Nisriadi, Suanra, Hendra, dan Andre, yang dengan penuh kesungguhan mengikuti setiap mata acara. Alhamdulillah, seluruh rangkaian berlangsung dalam suasana tenang, tertib, dan dipenuhi semangat ukhuwah Islamiyah.

“Allah telah mempertemukan kita dalam majelis yang mulia ini. Semoga setiap kalimat yang disampaikan menjadi sebab hidupnya iman dalam diri kita,” ujar salah seorang jemaah dengan rasa syukur.

Acara diakhiri dengan doa yang dipanjatkan bersama, memohon agar Allah memberi taufik dan hidayah, serta menjadikan langkah-langkah dakwah sebagai amal yang diterima di sisi-Nya.

Bkn//Sandi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *