Berita  

Camat Tapung Hulu Nuryadi, SE: Sambut Ramadhan 1447 H dengan Hangat, Ajak Masyarakat Jaga Marwah dan Lestarikan Tradisi Balimau Kasai.

TAPUNG HULU – Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah / 2026 Masehi, Camat Tapung Hulu, Nuryadi, SE, menyampaikan pesan penuh kehangatan dan harapan kepada seluruh masyarakat Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar.

Dalam momentum sakral ini, Nuryadi mengajak masyarakat untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih, penuh rasa syukur, serta menjaga nilai-nilai adat dan budaya Melayu yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Sejalan dengan tradisi Balimau Kasai yang menjadi simbol penyucian diri lahir dan batin sebelum memasuki bulan puasa, Camat Tapung Hulu menegaskan pentingnya menjaga marwah adat agar tetap selaras dengan nilai-nilai syariat Islam.

“Mari kita jaga marwah kita, jaga tradisi dan budaya adat kita. Lestarikan budaya ini sampai ke anak cucu kita nanti. Ramadhan adalah bulan penuh ampunan, momentum untuk mempererat persaudaraan. Belum tentu umur kita sampai di Ramadhan berikutnya,” ujar Nuryadi dengan penuh haru.

Dalam imbauannya kepada masyarakat, Nuryadi menekankan beberapa hal penting dalam pelaksanaan tradisi Balimau Kasai dan penyambutan Ramadhan, di antaranya, Melaksanakan tradisi dengan niat ibadah dan muhasabah diri, Menjaga adab, aurat, serta pergaulan sesuai ajaran Islam. Menghindari hiburan berlebihan yang melalaikan., Menghormati nilai adat kita yang berlandaskan agama, Menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat silaturahmi dan persatuan umat.

Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momen refleksi dan perbaikan diri, baik secara pribadi maupun sosial.

Ia mengaku terharu melihat semangat dan kekompakan masyarakat selama ini. Menurutnya, kekuatan persaudaraan dan nilai budaya adalah fondasi utama dalam membangun daerah yang maju dan bermartabat.

“Saya bangga dengan masyarakat Tapung Hulu. Jika kita terus menjaga kebersamaan dan nilai-nilai luhur, insyaAllah desa kita akan lebih maju dan sukses dari tahun sebelumnya,” tegasnya.

Melalui momentum Ramadhan 1447 H ini, Nuryadi, SE kembali mengingatkan bahwa menjaga budaya bukan sekadar melestarikan tradisi, tetapi juga menjaga akhlak dan identitas sebagai masyarakat Kampar.

“Lestarikan budayanya, jaga akhlaknya, sambut Ramadhan dengan hati yang bersih.”

Dengan semangat kebersamaan dan nilai religius yang kuat, masyarakat Tapung Hulu diharapkan mampu menjadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, harmonis, dan penuh keberkahan.

Bkn//Isar Topankk. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *