Berita  

Di Tengah Beban Utang dan Persoalan Operasional, Robi Junipa Dituntut Reset Total BSP

SIAK SRI INDRAPURA – Penunjukan Robi Junipa, ST sebagai Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) kini menjadi perhatian serius publik Kabupaten Siak. Di tengah tekanan finansial, persoalan operasional, hingga sorotan terhadap tata kelola internal perusahaan, Robi dinilai menghadapi tantangan besar untuk membuktikan kapasitas kepemimpinannya dalam menyelamatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) migas tersebut.

Publik kini menanti sejauh mana keberanian Robi Junipa melakukan pembenahan menyeluruh, termasuk mereset struktur manajerial perusahaan yang selama ini dinilai masih didominasi figur-figur lama dengan pola kerja konvensional.

Sebagaimana diketahui, penunjukan Robi Junipa diumumkan langsung oleh Bupati Siak, Afni Zulkifli, usai melalui proses seleksi terbuka yang diikuti 10 peserta sejak April 2026 lalu. Pemilihan Robi disebut didasarkan pada hasil asesmen profesional serta rekomendasi sejumlah lembaga strategis, termasuk BPKP dan SKK Migas.

“Robi Junipa dipilih karena dinilai memiliki kompetensi dan kemampuan akselerasi untuk memperbaiki performa PT BSP ke depan, ”ujar Afni dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Namun demikian, jabatan yang kini diemban Robi bukan sekadar posisi administratif biasa. Ia mewarisi kondisi perusahaan yang sedang menghadapi tekanan berat, baik dari sisi keuangan maupun operasional.

Dalam laporan keuangan tahun buku 2024 yang dipaparkan pada RUPS di Pekanbaru, PT BSP tercatat mengalami kerugian mencapai 14,7 juta dolar AS atau setara sekitar Rp238 miliar. Di saat bersamaan, perusahaan juga dibebani kewajiban investasi besar pasca pengelolaan Blok Coastal Plains and Pekanbaru (CPP) melalui skema kontrak Gross Split hingga tahun 2042.

Belum lagi persoalan teknis di lapangan yang hingga kini masih menjadi hambatan serius. Distribusi minyak mentah misalnya, masih menggunakan armada truk akibat persoalan pembekuan minyak (congeal) pada jalur pipa distribusi, yang berdampak langsung terhadap meningkatnya biaya operasional perusahaan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas sistem manajemen internal PT BSP selama ini, termasuk kualitas pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan vendor yang menjadi mitra kerja operasional.

Sorotan itu juga disampaikan Sekretaris Pengurus Cabang KB-FKPPI Kabupaten Siak, Rishki, yang menilai kepemimpinan Robi Junipa akan diuji pada keberaniannya melakukan evaluasi total terhadap sistem kerja vendor serta pola rekrutmen tenaga kerja di lingkungan PT BSP.

“Direktur baru PT BSP harus berani melakukan pembenahan terhadap vendor-vendor yang selama ini diduga tidak sepenuhnya mengedepankan kualitas dan kompetensi tenaga kerja, ”ujar Rishki, Rabu (27/05/2026).

Menurutnya, keberhasilan perusahaan migas sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang direkrut secara profesional dan berbasis kompetensi teknis.

“Basis kinerja perusahaan itu ditentukan dari kualitas SDM yang direkrut. Jangan sampai perekrutan tenaga kerja lebih banyak diisi pekerja titipan oknum tertentu, sementara kemampuan akademis maupun kompetensi teknis di sektor perminyakan masih minim, ”tegasnya.

Rishki menilai pola rekrutmen yang tidak profesional berpotensi menurunkan kualitas kerja lapangan dan berdampak terhadap performa perusahaan secara keseluruhan. Karena itu, ia berharap Robi Junipa mampu menghadirkan sistem manajemen baru yang lebih transparan, profesional, serta berorientasi pada peningkatan kualitas SDM.

“Vendor-vendor harus dievaluasi secara objektif. Rekrutmen tenaga kerja harus mengutamakan kemampuan, sertifikasi, dan pengalaman kerja, bukan karena faktor kedekatan ataupun kepentingan tertentu,” tambahnya.

Menurutnya, publik kini tidak hanya menunggu perubahan administratif semata, melainkan langkah konkret Robi Junipa dalam membangun ulang kultur kerja PT BSP agar lebih sehat, modern, dan berdaya saing.

“Ini momentum penting bagi Robi Junipa untuk membuktikan bahwa PT BSP bisa keluar dari persoalan lama. Publik tentu ingin melihat adanya reformasi manajemen yang nyata, efisiensi operasional yang terukur, serta tata kelola perusahaan yang lebih profesional dan akuntabel, ”tutup Rishki.

Hingga kini, masyarakat Siak masih menaruh harapan besar agar kepemimpinan baru PT BSP benar-benar mampu membawa perubahan signifikan, sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap perusahaan migas kebanggaan daerah tersebut.

Bkn//Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *