Berita  

Elevasi waduk PLTA Koto Panjang yang terletak di Kabupaten Kampar Riau mengalami kenaikan yang signifikan.

Pekanbaru

Pada Senin (8 Desember 2025). Pada pukul 06.00 WIB, posisi elevasi tercatat di 75,69 mdpl, seperti yang diinformasikan Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, melalui Erikmon.

Kenaikan ini mencapai sekitar 24 sentimeter dibandingkan kondisi pagi Minggu sebelumnya, ketika elevasi masih berada di 75,45 mdpl. Peningkatan muka air disebabkan oleh lonjakan inflow, yang pada Senin mencapai 441,3 meter kubik per detik (m³/dtk), sementara outflow turbin hanya sebesar 104,92 m³/dtk. Sehari sebelumnya, inflow hanya tercatat 278,22 m³/dtk dengan outflow 57,57 m³/dtk.

“Selisih inflow yang besar dalam dua hari terakhir menjadi penyebab utama meningkatnya ketinggian air waduk,” ujarnya.

PLTA Koto Panjang menegaskan bahwa operasi waduk tetap diatur sesuai rentang elevasi resmi: LWL (Level Water Low) 73,50–80,59 mdpl, NWL (Normal Water Level) 80,60–82,99 mdpl, dan HWL (High Water Level) 83,00–85,00 mdpl. Seluruh proses pengendalian debit air selalu mengutamakan keselamatan masyarakat di hilir serta keandalan sistem pembangkit listrik.

Erikmon menjelaskan bahwa spillway hanya dibuka dalam kondisi tertentu, yaitu ketika elevasi waduk melampaui 83,00 mdpl dengan inflow mencapai atau melebihi 1.000 m³/dtk. Selain itu, mekanisme early release dapat diaktifkan sebagai antisipasi berdasarkan prediksi cuaca BMKG dan perhitungan teknis dalam Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW). Spillway juga dapat dibuka jika pembangkit mengalami gangguan atau elevasi turun di bawah 73,50 mdpl. Setiap keputusan teknis dilakukan dengan mempertimbangkan dampak lingkungan dan keamanan masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Erikmon mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai upaya memelihara keseimbangan alam.

10/12/2025
Bkn// P’ Luhur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *