Tembilahan – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) langsung mengambil langkah cepat pada H+1 pascakebakaran hebat yang melanda Pasar Terapung Tembilahan pada Sabtu (27/6/2026) kemarin.
Hingga Minggu (28/6/2026) siang, Tim Gabungan dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) bersama pihak Kecamatan Tembilahan telah merampungkan pendataan awal. Tercatat sebanyak 76 lapak pedagang, 1 pos trantib, dan 1 musala hangus terbakar dalam peristiwa ini.
Kepala DKUPP Inhil, Dr. Trio Beni P., S.E., M.M., memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka serius dalam musibah tersebut. Saat ini, instansinya tengah memprioritaskan tiga langkah penanganan darurat.

”Fokus kami saat ini adalah validitas data pedagang, memastikan aktivitas ekonomi mereka tidak lumpuh, serta menjaga situasi di lapangan tetap aman dan kondusif,” ujar Trio Beni pada Minggu (28/6/2026).
Untuk memulihkan aktivitas dagang, Pemkab Inhil tengah mempersiapkan lokasi relokasi darurat. Langkah ini diambil sesuai instruksi langsung dari Bupati Inhil agar para korban segera difasilitasi tempat usaha sementara sembari menunggu Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang baru selesai dibangun.
”Target kami, lokasi perdagangan sementara ini sudah bisa ditempati dalam beberapa hari ke depan. Kami meminta para pedagang untuk bersabar dan tetap tenang,” tambah Trio Beni.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki oleh pihak kepolisian. Pemkab Inhil berkomitmen akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait sistem penataan dan keselamatan di Pasar Terapung guna mencegah peristiwa serupa terulang kembali di masa mendatang.
Pemkab juga mengimbau masyarakat dan pedagang agar tidak terpancing oleh isu-isu liar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta selalu merujuk pada informasi resmi dari pemerintah daerah. Bkn//Mhd















