Bidikkasus.net – Presiden Republik Indonesia saat itu, Soeharto (kiri), terlihat berbicara kepada para anggota Dewan Ketahanan Moneter dalam sebuah pertemuan di Jakarta pada 21 Januari. Dewan tersebut dipimpin langsung oleh Soeharto dan baru dibentuk sepekan sebelumnya sebagai langkah strategis untuk mengimplementasikan reformasi ekonomi yang didukung oleh International Monetary Fund (IMF).
Pembentukan Dewan Ketahanan Moneter menjadi respons pemerintah terhadap tekanan krisis finansial Asia yang mengguncang perekonomian nasional. Melalui forum ini, pemerintah berupaya memperkuat stabilitas moneter sekaligus memastikan pelaksanaan komitmen reformasi struktural yang disepakati bersama IMF.
Dalam pertemuan tersebut, Soeharto juga memerintahkan Menteri Keuangan saat itu, Mar’ie Muhammad, untuk menyampaikan revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada parlemen pada hari Jumat. Revisi anggaran itu menjadi bagian penting dari paket kebijakan penyesuaian fiskal guna memulihkan kepercayaan pasar dan menstabilkan nilai rupiah yang tengah tertekan.
Momen ini menjadi salah satu titik krusial dalam sejarah ekonomi Indonesia ketika pemerintah berupaya menavigasi badai krisis dengan kombinasi kebijakan nasional dan dukungan lembaga keuangan internasional, di tengah situasi politik dan sosial yang semakin dinamis.
#Soeharto
#IMF
#KrisisMoneter
#ReformasiEkonomi
#APBN
#SejarahIndonesia
#EkonomiIndonesia















